My Promil Diary

Assalamualaikum wr wb! 🙂

Kali ini saya mau berbagi pengalaman saya yang sedang mengikuti program hamil. Udah 2 tahun lebih saya dan suami menikah namun belum diamanahkan anak. Hal ini pastinya menjadi pertanyaan semua orang yang ketemu saya dan Dzul dan jujur, jadi beban pikiran juga sih buat saya. Sedangkan dari pihak keluarga saya maupun suami pun sudah sering menekankan hal ini, seperti untuk cek ke dokter atau minum beberapa vitamin dan herbal tertentu. Terutama ibu saya, yang tiap bulan selalu menanyakan saya ‘telat’ atau nggak -_-

Jujur, pada awal tahun pernikahan, hal ini sempat membuat saya tertekan lumayan dalam. Namun seiring berjalannya waktu, Dzul berhasil menenangkan pikiran saya yang sering stres mengenai hal ini. Menurutnya, dengan kami yang belum mendapatkan keturunan hingga saat ini justru harus bisa menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki dan memantaskan diri untuk jadi orang tua. Memang benar sih, selama 2 tahun ini, saya mendapatkan banyak input pengalaman dari orang-orang sekeliling saya tentang bagaimana menantangnya menjadi orang tua. Sedikit banyak saya jadi belajar juga cara menangani dan mengasuh anak ke depannya.

Namun, begitu masuk tahun kedua ini, keluarga dan saudara yang lain semakin banyak yang merekomendasikan untuk cek ke dokter dan mengikuti program hamil atau promil ini.

Akhirnya, bulan Maret kemarin saya membuat janji dengan salah satu obgyn di RS Hermi*a, Depok, yaitu dr. Nelwaty, S.Pog. Kebetulan dr. Nel adalah salah satu teman keluarga, jadi saya bisa konsultasi informal dengan beliau sebelumnya. dr. Nel terkenal dengan ketelatenan dan detailnya ketika konsultasi promil dengan beliau, sehingga banyak pasien yang merasa nyaman dan senang dengan beliau. Jadi, nggak heran ketika saya mendaftar untuk konsultasi di rs, saya dapet nomer urut 6, padahal saya sudah booking dari 1 minggu sebelumnya -___-

Di hari konsultasi, saya datang ditemani oleh Dzul. Tindakan yang diambil nggak terlalu banyak. Pertama, dr. Nel hanya menanyakan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) untuk menghitung siklus dan beberapa hal lainnya terkait dengan siklus menstruasi, kegiatan sehari-hari, dll. Selanjutnya, perut saya di USG biasa untuk melihat kondisi rahim dan alhamdulillah semua tampaknya normal. Lalu, dr. Nel pun melakukan USG transvaginal, yaitu USG dengan memasukkan alat USG yang ada kameranya ke dalam (sori) vag*na dan melihat secara langsung kondisi salurannya dan rahim lewat layar. Semuanya normal, alhamdulillah nggak ada kista ataupun myom. Bahkan ada 1 telur yang sudah hampir matang di rahim kanan saya. Yeeaay!

Melihat telur yang hampir matang itu, dr. Nel belum bisa menyimpulkan apa masalah saya dan suami, karena diagnosis secara fisik tidak ada masalah. Jadi, beliau juga tidak meresepkan apa-apa, hanya menjadwalkan saya untuk cek HSG dan cek sperma bagi suami di bulan depan. Kenapa bulan depan? Pertama, karena pada saat saya konsultasi ini, saya sedang dalam masa subur saya, sehingga akan beresiko tinggi kalau dilakukan cek HSG bagi telur yang hampir matang tersebut, dan kedua, cek HSG paling baik dilakukan setelah haid selesai, yaitu dihari ke-9 sampai 11 dari siklus menstruasi kita. Jadi, kalau kita haid pertama di tanggal 1, maka di tanggal 9-11 nya itu adalah waktu terbaik untuk melakukan HSG, karena rahim belum ber-ovulasi sehingga nggak ada kemungkinan untuk merusak telur yang sedang berovulasi. Itu sih kayaknya penjelesannya dr. Nel, kalo salah ya maap2 nih 😀 Sedangkan untuk cek sperma bisa kapan aja, asalkan suami kita puasa berhubungan selama 2-7 hari, sehingga kualitas sperma masih bagus dan prima.

Nah, bulan ini harusnya saya dijadwalkan untuk HSG di tanggal 24 atau 25 besok. Deg-degan juga sih nunggunya.. Khawatir, takut, cemas jadi satu, karena saya merasa belum siap sama hasilnya kalau ternyata beritanya negatif, baik dari suami atau saya. 😦

Tapi bismillah, ini merupakan bentuk ikhtiar saya dan suami dalam mengupayakan keturunan kami. Semoga bisa membawa hasil yang baik yaa.. Dan untuk para suami-istri di luar sana yang baca postingan saya ini dan sedang melakukan ikhtiar yang sama, semoga bisa mendapatkan hasil yang diinginkan juga yaa..

Mohon doanyaa, kawan-kawaaaannn 😀

Advertisements

5 comments

  1. Assalamualikum Mbak

    Aku Silvia, Aku tidak sengaja membuka Blog mbak, karena aku juga berkeinginan melakukan promil atau program hamil. aku sudah 3 tahun menikah tetapi belum dikaruniai anak.

    Sorry ya mbak kalau saya lihat dari blog mbak, ini kan kira kira kan promil nya sudah setahun yang lalu, berhasil ngga mbak ? Soalnya aku sudah berberapa kali ganti dokter dan rumah sakit tetapi belum berhasil. Aku ingin bertanya apakah di Rs Hermina program mbak berhasil ? Apakah dokter Nel masih disana ? Soalnya aku susah cari dokter kandungan yang perempuan.

    Terima Kasih Mbak di tunggu jawabannya

    • Waalaikumsalam warohmatulloh,

      Halo Mbak Silvia,
      Wah sama dong kita udah 3 tahun nikah 🙂

      Sampai saat ini, belum juga nih mbak. masih mau diajarin sabar dan ikhlas sm Allah hehe.
      Dr Nel masih ada kok di Hermina Depok, aku pun masih konsultasi dengan beliau. Tahun 2015 kemarin memang aku ga rutin melakukan promilnya. Baru di tahun 2016 ini aku rutin lagi hehe. Saat ini sih aku lagi tahap promil lagi, udah sampe tahap suntik hormon Ovidrel.

      Di Hermina banyak kok obgyn perempuan. Ada dr Nel, dr Ning, dr Mutia. Di HGA Depok juga ada dr Valerie yang favoritnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s