Japan Trip Day 1 : Shibuya – Harajuku – Odaiba

Holaaa, I’m back after a long hiatus! hihi.. Di post kali ini, saya mau share tentang pengalaman bulan April lalu ke Jepang.

As you guys can already see from my Instagram posts, I’ve been in Japan last April from 6-12 April. Tujuan kesana sih sebenernya untuk survey kegiatan cultural and student exchange murid-murid SMP Al Fikri yang akan berangkat di bulan September mendatang, tapi berhubung para yayasan sekolahannya juga ikutan ke Jepang, ya sekalian lah ya jalan-jalan hehe. Apalagi kemarin saya dateng ke Jepang pas masih cherry blossom season, alias sakura masih mekaaar, wihiiii (guling-guling), jadinya pas banget momennya untuk sekalian liburan musim semi disana (gayanyaaa, liburan musim semi haha).

Oke, let’s begin our story!

Awalnya Mama dan Papa galau menentukan mau ikut tur dari travel agent atau nggak, karena waktu ke Hongkong kita ikut tur travel gitu, dan berasa banget capeknya, karena jadwal padet dan kita nggak bisa bebas menentukan itinerary, kurang cocok gitu sama gaya traveling para ’embah-embah’ yayasan ini, yang sukanya nongkrong-nongkrong santai. Tapi berhubung kita masih belum tau Jepang sama sekali, akhirnya kita memutuskan untuk pakai jasa personal guide aja. Dan setelah browsing di internet, Mama menemukan jasa personal guide dari mahasiswa Indonesia yang lagi di Jepang dimana mereka bersedia jadi guide kita selama di Jepang untuk nganter kita kemana-mana. Bedanya personal guide dengan jasa tur dari travel agent ada di sisi transportasi dan penyusunan itinerary. Kalau di personal guide, kita kebanyakan akan diantar berkeliling destinasi tujuan menggunakan public transportation, sedangkan kalau di tur travel biasanya sudah ada chartered bus-nya. Nah kalau dari segi itinerary-nya, destinasi dari tur travel biasanya sudah baku dan tujuannya memang ke tempat-tempat tujuan favorit turis, jam keberangkatannya pun sudah diatur dari pihak tur-nya. Sedangkan kalau pakai personal guide, kita bebas menentukan mau kemana aja, jam berapa jalannya dan mau sampai kapan keliling-kelilingnya. Kelemahan dari jasa personal guide ini memang ada, salah satunya dari segi kenyamanan. Namanya juga jalan ala semi backpacker, dimana kita akan berkeliling naik segala macem public transportation, pastinya akan banyak jalan dan berkejaran dengan waktu demi mengejar jadwal kereta atau bus yang udah bisa dipastikan sangat on  time di Jepang. Jadi mesti siapin tenaga yang ekstra untuk jalan kaki sepanjang hari. Tapi sebenernya ini pilihan sih, bisa juga kita request untuk sewa mobil aja selama berkeliling, tapi pasti akan berpengaruh ke harga juga, karena sewa mobil di Jepang itu mahal, kalau sewa seharian aja bisa kena harga sewa sampai JPY 50.000 lebih, kalau dirupiah-in bisa lima juta-an lebih.. Woowww, mehong cyiiin..

Oke, kembali kepada cerita perjalanan saya. Rombongan saya terdiri dari 5 orang, yaitu saya, orang tua saya, Om Edi dan Om Tyas selaku sahabat orang tua saya sekaligus jajaran yayasan dari Sekolah Al Fikri. Kami berangkat ke Jepang pada tanggal 6 April sekitar jam 12.30 WIB. Kami berangkat menggunakan maskapai Cathay Pacific dan transit dahulu di Hongkong selama kurang lebih 3 jam. Kami pun sampai di Haneda Airport sekitar jam 11 malam dan disana kita udah ditunggu sama tur guide kita, namanya Mbak Sri, mahasiswa S3 dari Indonesia yang nyambi sebagai tur guide untuk orang-orang Indonesia yang jalan-jalan ke Jepang. Dari airport, kami naik bis Damri-nya Jepang, namanya Airport Limousine Bus. Bus ini nggak berhenti di hotel kita, jadi kita berhenti di pemberhentiannya yang terakhir dan nyambung taksi ke hotel kita, yaitu di Via Inn Hotel di daerah Akihabara. Sampai di hotel kira-kira jam 12-an malam dan kita pun langsung istirahat.

Paginya, setelah sarapan, kita langsung berangkat ke daerah Shibuya dan Harajuku untuk city tour sekitaran Tokyo sekaligus belanja oleh-oleh, mengingat waktu kita di Tokyo cuman 2 hari aja. Tapi sayangnya pagi ini hujan kecil sepanjang hari, jadi kita rubah jadwal untuk liat sakura menjadi besok hari, jadi hari ini kita full jalan-jalan dan belenji (yeaay!)

Kita naik kereta untuk pergi ke semua destinasi hari ini, walopun hujan dan dingin banget anginnya, tapi kita nggak patah semangat! Hihi. Tujuan pertama kita adalah ke Shibuya untuk lihat Hachiko, dan setelah itu ke Harajuku untuk belanja di Takeshita Street. Tapi karena saat itu gerimis kecil, mood belanja pun jadi drop. Papa, Om Edi dan Om Tyas hanya nyantai ngopi-ngopi di Beards Papa dekat situ. Sedangkan saya dan Mama tetep usaha keluar masuk toko walaupun anginnya kuenceng pisan.

Dari Harajuku, kita kembali ke daerah Shibuya untuk makan siang di salah satu restoran halal disitu, namanya Kebab Cafe. Kafe ini milik orang Turki, jadi makanannya pun  ala-ala Turki semua, mulai dari Kebab, shish kebab, nasi-nasi Turki yang entah nggak inget namanya. Ini dia penampakan kafenya.

IMG_9586

IMG_9591

IMG_9596

Kafe ini letaknya nyempil gitu di pojokan jalan. Tempatnya juga mini banget, hanya bisa menampung maksimal 8-10 tamu saking kecilnya. Hihi, tapi kafenya sih enak, hangat! Pas banget buat kita yang abis kedinginan jalan-jalan diluar.

Selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan naik kereta ke daerah Asakusa untuk naik Tokyo Cruise. Rencananya mau naik kapal Himiko yang desainnya kece banget itu, tapi karena cuaca lagi buruk dan debit air sungainya pun sedang naik, jadi keberangkatan dengan kapal Himiko dicancel, dan cuman tersedia kapal cruise yang besar dan baru ada jadwal keberangkatan di jam 4.30 sore. Jadilah kita keliling-keliling daerah tamannya untuk lihat-lihat pemandangan pohon sakura sambil menunggu keberangkatan si kapal cruise ini. Alhamdulillahnya, pohon sakura di taman sekitar situ masih mekar walaupun banyak bunganya yang udah gugur, tapi justru itu nambah cantik pemandangannya. Tanahnya jadi ketutup sama bunga sakura yang berguguran, bikin permukaan tanahnya kayak dilapisin karpet gitu, cantik deh (seperti akuuuh :p) Oh ya, kita juga sempat kebingungan mau solat dimana, berhubung saat itu udah mau masuk waktu Ashar dan kita belum solat Dzuhur. Kebetulan, di dekat Tokyo Cruise Station itu ada terowongan nggak terpakai, akhirnya kita mutusin untuk gelar sajadah disana. Mamaku selalu sedia sajadah travel yang tipis kemana-mana, jadi kita bisa solat tanpa khawatir nggak ada alas. Walaupun aspalnya dingiiin banget, tapi alhamdulillah nggak basah, jadi aman.

Waktu itu Papa saya sempat fotoin ketika kita lagi pada sholat, tapi sayangnya fotonya kehapus 😦 jadinya nggak bisa ditampilin disini deh. Padahal seru tuh kalau ada fotonya, jadi berasa banget turis di negara minoritas muslimnya 😀 Dibawah ini foto-foto ketika kita berjalan-jalan disekitaran Tokyo Cruise Station yang bertebaran pohon sakura yang sedang mekar.

IMG_9687

IMG_9703

IMG_9752Tujuan naik kapal cruise ini adalah ke daerah Odaiba, kota pelabuhannya Tokyo, yaaa macem Ancol lah ya kalau di Jakarta. Di Odaiba sendiri, karena kita sampainya udah lewat magrib, jadi udah agak gelap tuh langitnya, jadi kita cuman foto-foto di patung Liberty jadi-jadian dan di selasar Aqua City mall-nya. Setelah foto-foto, kita makan malam di Diver City, yang ada patung Gundam segede alaihim nya itu.

Selesai makan, kita pun balik lagi ke hotel dengan kereta. Dan sampai hotel kita langsung istirahat masing-masing (kalau saya plus ngeringin sepatu yang kena basah sepanjang hari :p)

Tips nih buat kamu yang ngerencanain jalan-jalan ke Jepang di waktu musim semi begini, mesti banget siapin baju-baju yang pas dan yang pastinya bisa menghangatkan tubuh juga. Nggak perlu coat yang tebel-tebel juga sih, cukup baju yang agak tebal karena angin di awal musim semi gini masih agak dingin buat yang belum terbiasa, apalagi kalau ditambah hujan, brrr dinginyooo! Nggak hanya harus tebel, tapi bajunya juga diusahakan simpel dan nggak rempong untuk dibawa jalan, secara kamu pasti bakalan banyak jalan, jadi usahakan pakaiannya yang enak untuk jalan seharian, jangan saltum kayak saya. Di hari pertama ini, saya pakai rok dengan cutting ‘clock’, jadilah kalau lagi turun tangga mesti ngangkat-ngangkat rok supaya nggak jadi sapu jalanan gratis (hehe)

Nah, favorit saya kalau nyari baju untuk travelling tuh ke e-commerce yang betebaran dengan bebasnya di dunia maya. Salah satunya ke Zalora, yang emang punya ribuan pilihan baju yang kamu mau, dan sebagai muslimah berhijab, udah pasti saya nyarinya di bagian busana muslim-nya. Pilihan busana muslim di Zalora tuh banyak dan kece-kece sih menurut saya, apalagi hampir semua tenantnya pada bermurah hati ngasih diskon hampir sepanjang tahun. Kamu juga bisa langsung cek koleksi terbaru nya busana muslim Zalora di SINI.

Okaayy, kita lanjut cerita di hari keduanya di post selanjutnya yaaa 😀

See you guys around!

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s