[TRAVEL JOURNAL] JAPAN TRIP – DAY II

IMG_9882Hola, Assalamualaikum!

Back to my version of travel journalism, yang udah lama banget ga disentuh, hahaha.

Niatnya sih mau menyelesaikan tulisan tentang perjalanan ke Jepang di bulan April lalu ini dari bulan-bulan kemarin, tapi apa daya, kesibukan di Al Fikri bikin saya nggak sanggup buka blog (sibuk bgt ya cin)

Nah, sekarang mumpung lagi agak senggang waktunya, disempetin deh lunasin janji diri sendiri untuk nyelesein tulisan travelling ini. Siapa tau kan bisa bermanfaat hehe.

Oke, menyambung tulisan dari Japan Trip Part I waktu itu, kita lanjut ke perjalanan hari kedua dan selanjutnya.

Kalau di hari pertama kemarin, jadwal jalan-jalan cuman sekitaran Shibuya dan Harajuku, karena hujan membuat kita nggak bisa ke banyak tempat, hari ini rombongan kami berniat untuk sightseeing lihat pohon-pohon sakura yang masih bermekaran. Jadi tujuan pertama di hari kedua ini adalah ke Ueno Park, destinasi unggulan di Tokyo kalau mau melihat keindahan cherry blossom alias sakura ini. Dari hotel kami di Akihabara, kami naik kereta untuk mencapai ke stasiun Ueno lalu berjalan kaki ke tamannya. Huaah, pengalaman pertama liat sakura secara langsung, bikin saya jadi agak sedikit norak ketika baru masuk Ueno Park, langsung heboh selfie, fot ootd dan foto2in segalanya yang ada hahaha. Happy banget bisa ngeliat jajaran pohon bunga sakura yang masih berwarna pink pucat, walaupun udah banyak juga bunganya yang berguguran.IMG_9859IMG_9819IMG_9799

Setelah puas foto-foto dan menikmati keindahan sakura di Ueno Park, kami bergerak menuju Chidori-ga-fuchi, yaitu sungai kecil yang letaknya dekat dengan Imperial Palace Garden. Di sungai chidori ini, pemandangannya oke banget! Pohon-pohon sakura mekar cantik di sepanjang jalan setapaknya dan di atas sungainya juga berjejer pohon sakura. duh, bener2 memanjakan mata banget deh jalan-jalan di sekitar sungai ini. Bisa langsung cek fotonya di bawah😀

IMG_9897

Pohon sakura yang bermekaran sepanjang jalan menuju Chidori-ga-fuchi

IMG_9895

Sungai Chidori

IMG_9938

Bisa sewa perahu dayung juga lho!

Sesampainya di Chidori-ga-fuchi, ada layanan sewa perahu yang bisa kita naiki untuk menjelajahi sekeliling sungai plus foto-foto dibawah rimbunnya pohon sakura. Saya lupa berapa harga tiketnya, sekitar 1500 an yen gitu deh kalau nggak salah. Perahunya hanya bisa dinaiki 2 orang dan kita mesti mendayungnya sendiri, pas banget buat yang dateng sama pasangannya, romantis! (pasangan halal nya lho tapi hehe). Ada juga perahu yang nggak perlu di dayung, cukup di genjot aja pakai kaki, tapi unitnya terbatas, jadi ya untung-untungan aja sih, kebetulan orang tua saya dapet perahu genjot (sorry, ga bisa nemu istilah yang lebih oke :p )

IMG_9909

Rowing for the first time, keliatan banget ya lagi struggling nya? :p

IMG_9913

Berasa honeymooners yee Pah, Mah..

IMG_9924

Happy me under the cherry blossom!

Udah puas main-main di sungai (berasa bolang ya main di sungai :p ), kami pun bergerak ke daerah Asakusa untuk makan siang. Daerah Asakusa terkenal dengan Senso-ji Temple dan Nakamise Street yang kental dengan suasana Jepang tempo doeloe-nya. Di Asakusa juga sudah mulai bertebaran restoran halal dan muslim-friendly. Salah satunya adalah Sekai Cafe. Letaknya dekat dari Kaminarimon Gate, tinggal lurus sedikit, terus belok kiri ke gang kecilnya, nanti pasti ketemu sama Sekai Cafe.

IMG_9965

Tampak depan Sekai Cafe

Nah, untuk makan siang kali ini, kami mengunjungi Sekai Cafe ini. Suasananya kafenya hangat dan modern. Ada mushola kecilnya juga, plus stafnya ramah dan lancar berbahasa inggris. Menunya pun variatif dan relatif murah. Karena jam makan siang sudah lewat lumayan lama, kami oun sudah kelaperan semua, sehingga begitu sampai kafe, kami langsung memesan menu yang paling cepat dibikin, yaitu chicken donburi. Isinya ada nasi dengan topping daging ayam cincang dan telur orak-arik. Side dish nya ada salad dan miso sup.

IMG_9963

Menu lunch yang langsung abis seketika

Setelah selesai makan siang dan solat zuhur-ashar, kami langsung bergerak ke stasiun Asakusa dan berangkat menuju ke stasiun Omiya, Saitama untuk bertemu dengan Mr dan Mrs Ono, pasangan pemilik Kokusai Gakuin, sekolah yang menjadi partner Al Fikri dan menjadi tujuan program homestay Al Fikri di September mendatang. Kami janjian di stasiun Omiya lalu akan dijemput oleh guru sekolah mereka. Tujuan kami bertemu dengan mereka adalah untuk survei lokasi sekaligus rekonsiliasi kembali mengenai program homestay kedua sekolah, selain itu para yayasan juga sekaligus ingin bersilaturahim dan melihat fisik bangunan sekolah KG ini, yang konon sudah 50 tahun berdiri.

IMG_9994

Di depan lobi utama Kokusai Gakuin, Saitama

IMG_9984

Mrs Manna Ono (Vice Principal of Kokusai Gakuin) and Mr Johansyah S. Arifin (Head of Al Fikri Islamic School’s Board) -Tukar suvenir antar sekolah-

Setelah keliling kompleks sekolah, kami juga dijamu dengan snack sore ala Jepang di rumah tradisional jepang (Tonshoden) yang ada di kompleks sekolah juga. Setelahnya, kami diajak makan malam di Omiya Palace Hotel, makan malem ala ala fine dining gitu. Makanannya pun khas Jepang semua, ya sushi ya sashimi dan segala rupa makanan seafood lainnya. Karena pihak sekolah KG tau kita ini muslim, mereka pun khusus memesan menu yang berbahan dasar seafood dan request untuk no mirin. Baik yaahh, they were very considerable.🙂

IMG_0006

Berdiri : Mbak Sri (our guide), Mr Darmatias Darwis, Mrs Retno Rukmini, Mrs Manna Ono. ME! . – Duduk : Mr Edi Sumantri, Mr. JSA, Mr. Hiroyuki Ono

Dan malam hari kedua pun ditutup dengan perut yang kenyang dan senyum terkembang di wajah kita semua (tsailaah). Lanjut ke hari selanjutnya yuk!

[TRAVEL JOURNAL] Japan Trip : Part 1

Holaaa, I’m back after a long hiatus! hihi.. Di post kali ini, saya mau share tentang pengalaman bulan April lalu ke Jepang.

As you guys can already see from my Instagram posts, I’ve been in Japan last April from 6-12 April. Tujuan kesana sih sebenernya untuk survey kegiatan cultural exchange murid-murid SMP Al Fikri yang akan berangkat di bulan September mendatang, tapi berhubung para yayasan sekolahannya juga ikutan ke Jepang, ya sekalian lah ya jalan-jalan hehe. Apalagi kemarin saya dateng ke Jepang pas masih cherry blossom season, alias sakura masih mekaaar, wihiiii (guling-guling), jadinya pas banget momennya untuk sekalian liburan musim semi disana (gayanyaaa, liburan musim semi haha).

Oke, let’s begin our story!

Continue reading

[REVIEW] Seigo Dakgalbi – Korean Restaurant

Assalamualaikum!
Annyeong haseyo!😁😁
(Berhubung mau posting tentang Korea, jd sapaannya pakai bahasa Korea😀 )

Kali ini saya mau review tentang restoran Korea yang baru kemarin saya kunjungi. Namanya Seigo Dakgalbi yang terletak di Mal Citra Gran, Cibubur.

Kenapa saya mengunjungi resto ini? Karena kebetulan ownernya adalah tetangga depan rumah saya, jadi si tante selalu bilang ke saya dan Dzul utk mampir ke resto mereka. Dan kebetulan saya juga lagi seneng kulineran Korea, hehe, klop deh jadinya. Jadilah hari Selasa kemarin kita melipir ke Citra Gran untuk makan dan sekalian nonton Star Wars (telat sih, tapi gpp lah ya)

Restoran ini ada di Lantai 1, sejajaran dengan beberapa restoran lainnya. Deket eskalator juga, jadi aksesnya enak dan mudah dicari.

Continue reading

Umroh 2015 Part 1

image

Assalamualaikum wr wb!

Alhamdulillahirobbil’alamin, tanggal 14-22 Desember 2015 kemarin, saya dan suami diberikan kenikmatan untuk melaksanakan ibadah umroh. Ini adalah umroh yang pertama kali kami lakukan bersama.

Sebenernya, ini adalah umroh kedua saya. Yang pertama saya lakukan di tahun 2005 bareng keluarga saya, ketika saya baru lulus SMP. And to be honest, pengalaman umroh yang pertama nggak sedahsyat yang kali ini. Ya namanya masih bocah piyik lulusan SMP, mikirnya masih jahiliyah dan hura-hura haha.

Nah kalau yang sekarang, saya sudah nawaitu banget mesti fokus ibadah dan nggak terlalu mikirin oleh-oleh (baca : dollar lagi mahal cin). Semua orang pun, mulai dari orang tua sampe bude pijet, berpesan hal yang sama, bahwa disana saya mesti fokus banget sama ibadah, selalu usahain solat 5 waktu di mesjid.

Saya dan suami berangkat bersama keluarga besar suami, dan kita juga berangkat dengan travel yang dikelola ayah mertua saya, Antina Wisata. Rombongan kami berangkat dari bandara Soetta di siang hari tanggal 14 Desember dengan pesawat Garuda. Dan ternyata kami naik pesawat yang khusus umroh, jadi satu pesawat isinya rombongan umroh dari berbagai travel. Paling rame sih dari rombongannya MQ Travel, sepanjang jalan ke seat pesawat, banyak banget yang pake slayer biru khas MQ. Keren, euy MQ..

Rombongan tiba di Bandara King Abdul Azis, Jiddah di malam harinya, sekitar jam 19.30 waktu setempat. Cuaca saat itu cukup berangin, begitu keluar pesawat, saya langsung diserbu angin malam khas gurun, dingin tapi kering-kering bikin batuk. Setelah diantar ke gedung imigrasi khusus haji dan umroh dengan shuttle bus, rombongan pun bergerak menuju ruang tunggu. Lumayan juga sih nunggunya di ruang tunggu, ada kali sekitar 1 jam. Baru setelah itu, kami digiring untuk antri di imigrasi.

Dan seperti yang sudah lazim kita ketahui, imigrasi di Jiddah tuh menguji kesabaran dan iman banget. Haha. Bayangkan! Dari sekitar jam 8 malam rombongan kami sudah mulai antri di imigrasi, kami baru keluar sekitar jam 11 malem *brb nangis*

image

Suasana antri di imigrasi Jiddah

 

image

Let’s take a selfie, drpd manyun ngantri😀

 

Sebelum keberangkatan kami ke Arab Saudi, banyak orang yang bercerita, kalau petugas imigrasi bandara Jiddah tuh terkenal dengan “lama” nya. Bahkan saya pernah baca artikel riset di internet, bahwa bandara dengan pelayanan terburuk tuh ada di Jiddah, dikarenakan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melayani satu orang di proses imigrasi. Jadi, dzikir aja deh kalau harus menunggu agak lama di proses imigrasi ini, namanya juga lagi ibadah dan menumpuk pahala, cobaan pasti ada aja :”) Ketika saya sendiri akhirnya mengalami hal ini, saya berusaha untuk tetap positive thingking, mungkin komputer si pak petugas lagi error, atau sinyal internetnya kacrut, atau apalah.. toh pasti mereka juga kewalahan dengan banyaknya pengunjung ke bandara mereka tiap tahunnya, dari seluruh dunia pula.

Tapi kalau diperhatikan, memang rata-rata petugas imigrasi disini, selalu menyambi pekerjaan mereka dengan kegiatan lain, entah itu main hp, ngopi, ngobrol atau bahkan saling berkunjung ke bilik temannya, yang kemudian membuat pengunjung mesti melongo karena ditinggal tiba-tiba tanpa kejelasan :’). But let’s keep husnudzon, mungkin emang komputer mereka lama proses datanya, jadinya bikin mereka nunggu juga. Dibawah ini ada foto iseng jeperetan saya ketika melihat ada bapak-bapak dari jamaah se-travel yang dibuat menunggu lumayan lama di imigrasi karena sang bapak petugas ‘asyik’ ngobrol sama teman sebelahnya. Kita yang dibelakang cuman bisa nyengir-nyengir semangatin si bapak biar sabar😀

image

Spotted! Petugas imigrasi yang asyik ngobrol, padahal jamaah di depannya udah nunggu lebih dari 10 menit :”)

Setelah kelar dengan urusan imigrasi dan bagasi, rombongan langsung bergerak ke Madinah dengan bis. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 5 jam, dan kami sampai di Madinah sekitar jam 4 subuh. Jadi begitu sampai hotel, langsung check-in, masuk kamar, dan langsung siap2 ke mesjid untuk sholat subuh. Shubuh di Arab itu sekitar jam 5.30, jadi masih tersisa cukup waktu untuk bersih2 koboi dan tahajud di mesjid.

Hotel tempat kami menginap selama di Madinah adalah di Fairuz Season. Alhamdulillah jarak dengan mesjid nggak begitu jauh, sekitar 100an meter. Dan jalannya pun tinggal lurus aja menuju masjid, langsung masuk dari pintu 15, dan deket pula dari tempat masuk shaf wanita. Alhamdulillah, nikmat banget, ibadahnya terasa dimudahkan.

image

Suasana di Masjid Al-Nabawi

(To be continued)

Eid Mubarak 1436 H from us!

Happy Belated Eid Al-Fitr everyone!

Walaupun agak telat bikin postingan lebaran ini, tapi better late than never yaa (justifikasi haha)

Alhamdulillah, ini adalah tahun ketiga saya dan suami menjalankan puasa Ramadhan bersama. Di awal Ramadhan kemarin, suami sudah mengingatkan untuk fokus pada ibadah dulu dan kurangi aktifitas lain yang kurang manfaat.

Dan emg kayaknya udh diatur jg sm Allah, jadinya jadwal bukber Ramadhan tahun ini memang nggak se-hectic tahun2 sebelumnya.. Kalau tahun2 lalu, tiap jumat sabtu minggu pasti ada aja undangan bukber disana sini.. Tahun ini tetep ada sih, tapi nggak semuanya dipaksa hadir.. Yang dikira memang kehadirannya dibutuhkan aja (tsaah cem pejabat aje)

Untuk di Idul Fitri tahun ini, saya jadikan momen untuk membuat sebuah janji perubahan kepada diri sendiri. Janji ini sebenernya hasil renungan pribadi selama Ramadhan kemarin sih, dan mungkin hasil cekokan sugesti positif dr Dzul jg yang ga henti2nya diingetin. Janji itu adalah:

“saya ingin hijrah berbusana lebih syari dan sederhana”

Entah kenapa, mungkin ini kali ya yg namanya hidayah, datang nggak disangka-sangka dan tiba-tiba aja.. Tapi saya teruuuus aja kepikiran tentang perubahan ini. Kalau sebelumnya, hijab saya memang diusahakan sudah menutup dada, tapi kalau kata Dzul msh blm sederhana karena masih lilat lilit sana sini, efeknya jadi terlihat kurang rapih, itu jg karena saya yang kurang suka mentulin hijab sih, jadinya suka berantakan.

Kemudian, di Idul Fitri kemarin, saya niatkan untuk coba mengenakan pakaian2 yang lbh sederhana dan hijab yang lebih panjang dari biasanya.

Sebelum saya memutuskan untuk akhirnya hijrah ini, saya selalu takut sm komentar orang2, takut dicibir, takut diketawain, takut dibilang lebay, dll. Yaa namanya jg bisikan syaithan yaa, selalu bikin hati maju mundur kalo mau ngedeket ke Allah.

Tapi kemarin di halal bihalal keluarga, alhamdulillah nggak ada tuh yang komentar macem-macem spt yg ditakutkan. Hehee.. Emang yaah kerjaan setan bisa aja deh ngegodanya.. Terlebih, komentar Dzul yang selalu muji dan mendukung. Kalau dipikir-pikir, memang segala sesuatu yg diridhoi tuh lbh enak ya ngejalaninnya.. Apalagi sih yg seorang istri cari kalau bukan ridho Allah dan suami.. Kalau suami ridho, in syaa Allah, Allah jg ridho.. :”)

Dan sejak kemarin, in syaa allah mau istiqomah berpakaian spt ini.. Semoga dimudahkan yaa.. 

Happy Eid!

   

  

Diet Mayo – Part II

Assalamualaikum wr wb!

Setelah sekian lama niat mau posting ini, akhirnya baru sekarang kesampean. Hehe, better late than never yaa😀 (ngeles.com)

Yap, it’s my Diet Mayo Diary Part 2, everybodeehh..

Kalau di Part 1, saya memposting makanan dari Nanad Katering, kali ini saya memposting makanan hasil masakan saya sendiri😆

Dengan berbekal ilmu dr youtube dan tips2 masak dr Nadya (owner Nanad Catering), saya pun bereksperimen dengan berbagai macam makanan. Mulai dari yg biasa saya olah seperti: kentang, telur, buncis, sayur-mayur lainnya hingga salmon dan dori fish.

Prinsip dari diet mayo sebenarnya simpel, cukup mengurangi asupan makanan yang mengandung garam, gula, lemak jenuh dan karbohidrat. Jadi kita diajak untuk memperbanyak asupan protein, mineral, vitamin dan gizi lainnya.

Untuk memasak varian masakan diet mayo jg simpel. Cara paling mudah adalah mengukus semua sayur dan memanggang aneka protein. Kalau di website lain, banyak sih yang sudah menyajikan menu diet mayo lengkap dari hari pertama hingga terakhir, hahya saja saya merasa menunya kurang variatif dan less-flavor. Jadilah saya ubek-ubek youtube tentang how to make healthy foods.

Dan inilah beberapa kreasi saya di saat diet mayo kemarin.

Pan Fried Salmon with Sambal Dabu

Masakan diatas adalah pan-fried salmon atau salmon yang digoreng di wajan tanpa minyak, tapi karena pengalaman buruk saya dengan memasak salmon tanpa minyak di waktu lalu, kali ini saya memutuskan untuk memakai sedikit minyak zaitun. Memasaknya cukup mudah dan singkat, salmonnya cukup digoreng di atas wajan dengan api sedang, sampai berubah jadi pink muda seperti diatas (kalau saya suka yang agak crispy di bagian kulit, jadi suka saya goreng lebih lama di bagian kulitnya).

Nah, ada tips nih untuk para newbie dalam memasak salmon (kayak sendirinya bukan newbie haha), pengalaman pertama saya dlm memasak salmon cukup membuat saya berhati2 dlm mengolahnya. Daging salmon itu cepat masak dan akan cepat hancur kalau terlalu matang atau over-cooked dan rasa dagingnya pun akan jadi terasa kering, jadi perhatikan tingkat kematangannya, kalau saya sih suka nusuk2 pake garpu dulu untuk melihat si salmon udh mateng apa belum..

Tips lagi dalam memasak salmon: jangan lupa untuk iris tipis salmonnya dulu sebelum dimasak . Karena kalau terlalu tebal, bagian dalam si salmon akan lama matengnya, sedangkan bagian luarnya cepat matang. Dan sebelum digoreng, lebih baik untuk mendiamkan salmon dalam suhu ruang beberapa saat supaya pas dimasak, bisa matang dengan sempurna dan rata.

Untuk sayurnya sendiri, saya hanya mengukusnya saja selama kurang lebih 15 menit. Nah karena saya pecinta pedas, saya pun membuat sambal dabu-dabu ala-ala untuk menemani makan salmon ini.    

Homemade Sambal Dabu

Berdasarkan hasil browsing di youtube tentang cara membuat sambal dabu, saya pun membuat sambal yg penampakannya spt diatas. Membuat sambal dabu ini simpel, seperti membuat sambal kecap aja, bedanya di sambal dabu memakai minyak zaitun panas. Jadi cukup potong-potong cabai dan bawang merah (harusnya sih pakai tomat hijau kecil jg, tp karena nggak ada, ya seadanya bahan aja hehe) Nah selesai dipotong-potong, kita tinggal panaskan minyak zaitun di wajan sampai agak meletup-letup, setelah itu langsung tuangkan si minyak zaitun tadi ke potongan cabai dan bawang merah, jadi deh sambal dabu. Tinggal di tuang diatas salmon dan sayuran, siap deh dimakan😋  

Baked Spinach Omelette with Cheese on top

Nah kalau foto yang diatas itu, membuatnya cukup mudah. Berikut resepnya :

Bahan :

  1. Telur ayam 1 butir
  2. Keju lembaran
  3. Daun bayam secukupnya
  4. Lada secukupnya

Langkah-langkah :

  1. Kocok lepas telur di pinggan anti panas
  2. Campur dengan daun bayam, lalu tambahkan lada sesuai selera
  3. Setelah tercampur sempurna, tambahkan lembaran keju cheddar diatasnya (ini sesuai selera aja sih, boleh pake keju apa aja dan cara meletakkannya pun sesuka kita aja, boleh diparut atau di potong kecil-kecil)
  4. Lalu masukkan oven atau microwave selama kurang lebih 10 menit. Suhu nya sekitar 180 derajat Celsius.
  5. Jadi deeh, tinggal dinikmati aja..

Persiapan memasak Dori Fish

Memasak dori fish itu ternyata mudah! Hihi, saya jadi kesenengan sendiri karena masaknya nggak ribet (kalo ribet, pasti saya udah nggak bisa haha). Dan nggak perlu bumbu macem-macem, cukup seperti yang keliatan di foto atas aja, hanya ada tomat, bawang bombay dan cabai. Masaknya juga nggak ribet, kalau saya pakai mentega dilelehkan, abis itu tumis semua bumbu, langsung deh masukin si ikan dorinya ke wajan. Cukup di oseng-oseng sebentar, ikan dorinya pun matang. Gampang kan?😀

Baked Tofu with Egg

Nah kalau yang ini, sebenernya saya aja sih yang sok-sok-an ‘ngide’. Jadi ceritanya waktu itu lagi kehabisan bahan masak, dan cuman ada tahu putih dan telur aja. Karena saya juga lagi males belanja, jadilah mengoptimalkan bahan yang ada. Si tahu putih ini saya rebus sebentar sampai setengah matang, terus saya bumbui dengan lada dan daun bawang cincang, abis itu saya tuang telur ke atasnya. Setelah semua tercampur, saya masukkan ke dalam microwave dan panggang selama 15 menit. Rasanya? Lumayan laah, cuman memang saya tambahin cabe potong sih setelahnya, biar agak pedes-pedes menggugah selera gitu, hehe..

Banana Oatmeal with Cinnamon Dust

Baked Potatoes

Kalau dua foto diatas ini, menurut saya cukup mudah membuatnya. Jadi nggak perlu ulasan khusus yaa. Cukup saya gambarkan saja proses pembuatannya secara general. Kalau oatmeal, semua pastilah bisa buat. Cuman instant oatmeal dan saya tambahkan potongan pisang dan ditaburi dengan bubuk cinnamon di atasnya. Sedangkan kentang ovennya, cuman saya potong-potong kentangnya dan dibumbui sama lada plus si daun itu yang entah saya lagi lupa namanya, haha, abis itu dipanggang deh..

Homemade Beef Patty

Wah kalau yang ini, keliatannya aja rempong bikinnya, tapi sebenernya gampang banget! Bikin patty sendiri ternyata ga susah haha. No more beli di McD atau BK deh :p

Jadi untuk membuat patty ini, saya memakai daging sapi cincang yang saya beli di supermarket. Daging cincang ini saya campur dengan potongan cabai, bawang bombay, dan bawang putih yang sudah ditumis bersama sebelumnya. Terus ditambahin lada dan sejumput gula, terus diaduk pakai tangan biasa, lalu dibentuk seperti patty, lalu tinggal di bakar deh di penggorengan. Simpel yaa? Hihi, nah tapi ada tips nih untuk menggoreng patty. Jadi setelah kita bentuk lingkaran gitu, kita harus agak menekan bagian tengah si patty, supaya saat digoreng nggak mengembang  terlalu besar. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat video tutorial bikin patty ini di youtube. Banyaaaak banget kok videonya.

Baked Caulliflower

Yang ini cuman kembang kol dioles mentega abis itu dipanggang, haha. Lagi minim ide cemilan :p

Colorful Caesar Salad

Nah ini cuman berbagai sayur yang ada di kulkas di campur aduk pake greek yoghurt😀

Itu dia tadi sekelumit menu-menu diet mayo ku selama 2 minggu kemarin. Lumayan sih turunnya, ada kali 4 kilo-an. Tinggal meng-istiqomah-kan kebiasaan makan sehat ini nih. Say no to minyak, garem dan es. Huhuww.. Wish me luck!

See you around, gaes!

Ramadhan Mubarok, Ramadhan Kareem ..

Assalamualaikum wr wb!

Alhamdulillah hari ini adalah hari ke-6 di bulan Ramadhan, nggak berasa ya udah mau seminggu puasa, walaupun saya baru ikutan puasa di hari kedua ramadhan kemarin sih, hehe.

Ramadhan tahun ini, saya dan suami bertekad banget untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadhan. Makanya, dari hari pertama udah dikurangin frekuensi pergi keluar, nonton TV bahkan pegang gadget, termasuk laptop. Berat sih memang, tapi sayang aja momen Ramadhan dilewatin sama hal-hal duniawi. Suami saya berkali kali ngingetin kalo saya udah pegang hp atau laptop, jangan kalah waktunya sama tilawah quran. Huhuw, saya harus menahan keinginan untuk streaming running man nih :’)

Yah, semoga sih kebiasaan ini bisa berlanjut di bulan-bulan berikutnya ya, ga cuman di Ramadhan aja.. Aamiinn!

Selain meningkatkan kualitas ibadah pribadi, saya dan teman-teman komite Hijabers Community mengadakan program berbagi surat dan hadist favorit. Program ini baru dimulai tahun lalu dan berlanjut di tahun ini. Isinya tentang sharing ayat Al-Quran dan Hadist favorit masing-masing komite. Tiap waktu sahur dan berbuka, ayat dan hadist favorit ini akan dishare melalui akun Instagram HC (@hijaberscommunityofficial). Tujuannya supaya menjadi reminder dan berbagi ilmu dengan teman-teman anggota.

IMG_7809

Semoga sih dengan berjalannya program sharing ini bisa menjadi ladang pahala bagi teman-teman komite dan juga anggota HC di seluruh Indonesia😀

Kalo ngomongin Ramadhan, banyak persiapan yang dilakukan, mulai dari persiapan fisik, persiapan mental dan ruhiyah, persiapan keuangan dan juga persiapan lebaran, hehehe. Apalagi wanita, (saya aja kali ya) dari awal-awal Ramadhan pasti udah kepikiran pgn pake baju macem apa ya di lebaran nanti.. (padahal lebaran masih bulan depan😀 )

Di tahun ini, saya memang berkomitmen untuk ga terlalu banyak pergi keluar, pertama karena supaya bs tilawah dan ibadah lbh banyak dan khusyuk, alasan lainnya adalah supaya nggak gampang ‘laper mata’ haha. Saya tipe yang ‘compulsive buyer’, jadi suka nggak mikir kondisi kantong, asal main gesek aja kalo udah naksir sama sesuatu barang.. gawat sih emang kebiasaan ini. Tapi saya belum sampe tahap kronis sih, masih bisa di-rem lah..

Nah, untuk mengatasi permasalahan saya itu, saya jadinya lebih senang berbelanja online. Pertama, saya bisa tetep stay di rumah, jadi nggak ngabisin waktu di jalan juga. Kedua, saya bisa browsing banyak produk tanpa harus kehilangan banyak tenaga. Dan yang ketiga, saya bisa mikir lama dulu sebelum memutuskan untuk beli barang, beda dengan di toko, yang kayaknya mesti buru-buru beli sebelum diambil orang lain😀 Jadi saya berterima kasih banget deh nih dengan adanya online shop dan e-commerce yang bertebaran diseluruh sudut dunia maya, mau belanja jadi enak dan mudah! (deuh cem iklan aja bahasa nya haha)

Oh iya ngomongin masalah baju lebaran, entah kenapa ya saya lagi doyan banget browsing baju-baju model kaftan. Padahal biasanya saya agak kurang suka sama kaftan, karena kalo saya yang pake, rasa-rasanya kok jadi turunannya Rama Aipama (bener ga sih tulisannya? haha) Eh tapi kemarin saya dapet seragam kaftan gt untuk acara lamaran kakak saya, dan cocok jatuhnya di saya, nggak kayak buntelan karung ternyata😀 Jadilah dari kemarin browsing-browsing koleksi kaftan di ZALORA. Selain memang Zalora punya banyak tenant yang jual kaftan, brand nya Zalora sendiri (Zalia) juga ngeluarin kaftan edisi lebaran (mata berbinar). Bismillah deh sebelum browsing lagi, takut kalap hhaha..

Happy Fasting dear people *\(^^)/*